Dalam trading forex, trader akan disajikan pilihan 3 visual pergerakan harga yakni chart berupa garis, bar dan salah satunya adalah chart candlestick.

Chart tampilan candlestick adalah visual pergerakan harga yang terbentuk dari data transaksi pasar pada sebuah periode waktu tertentu yang meliputi harga pembukaan (open), harga tertinggi (high), harga terendah (low) dan harga penutupan(closed). Ke-empat unsur ini biasa disingkat dengan OHCL.  

Visual pergerakan harga suatu instrumen atau pair mata uang yang tercatat pada sebuah candlestick pada time frame kecil apabila diakumulasikan akan menjadi candlestick pada timeframe besar, atau dapat dikatakan sebuah candlestick timeframe besar merupakan hasil pengabungan dari data transaksi pada rangka waktu yang lebih kecil.

Chart candlestick ini “katanya” banyak digunakan oleh trader forex pro, karena alasan dalam suatu time frame lebih menampilkan data pergerakan harga yang lebih detail dibandingkan dengan chart lainnya.

Dalam trade yang sering muncul dalam chart adalah candle naik yang saya sendiri pada chart diberi dengan warna hijau dan candle turun dengan warna merah.

Candle Naik atau Bullish

Harga dikatakan naik apabila setelah dibuka pada suatu periode katakanlah 1 hari, kecenderungan harga bergerak terus diatas open sampai penutupan pasar. Dan katanya jika candle ini muncul menandakan banyaknya pembeli yang masuk pasar dalam suatu frame waktu yang membentuk candle tersebut.

Dalam hal ini ketika harga dibuka pembeli merasa ini adalah harga yang cukup murah untuk membeli. Maka pembeli tersebut mulai membeli, ditambah lagi pembeli-pembeli yang lain yang memiliki pandangan yang sama, memang harga masih murah, lebih baik kita membeli. Pengabungan dari persepsi para pembeli tersebut, inilah yang membuat harga cenderung bergerak naik, karena banyaknya permintaan atau demand. Harga bergerak naik juga dipengaruhi oleh para penjual pada sebuah periode waktu tertentu yang melepas posisi jual mereka.

Candle Turun atau Bearish

Dalam suatu time frame yang dipilih, candle bearish bergerak turun apabila kecenderungan harga berada dibawah harga pembukaan sampai penutupan pasar dalam time frame tersebut.

ketika harga dibuka penjual merasa ini adalah harga yang cukup tinggi untuk menjual .Maka penjual tersebut mulai melakukan penjualan/selling, ditambah lagi penjual-penjual yang lain yang memiliki pandangan yang sama, memang harga sudah cukup tinggi, inilah saatnya kita menjual. Pengabungan dari persepsi para penjual tersebut, yang membuat harga cenderung bergerak turun dan turun, karena banyaknya penawaran atau dikenal dengan supply.

Harga bergerak turun juga dipengaruhi oleh para pembeli pada sebuah periode waktu tertentu yang melepas posisi beli mereka, karena mengambil keuntungan.

Forex Chart : Candlestick
Tag pada:    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: