Dalam melakukan trading, memilih broker forex untuk melakukan perdagangan mungkin merupakan sesuatu yang penting bagi beberapa trader.

Perusahaan broker adalah perusahaan yang menyediakan fasilitas perdagangan online mata uang.

Mereka Mendapatkan keuntungan dari selisih jual pada harga penawaran dan permintaan atau istilah dalam trading forex disebut spread.

Jumlah perusahaan broker forex saat ini sangat banyak di seluruh dunia hingga terdapat ratusan perusahaan.

Sehingga kita harus jeli memilih broker jangan sampai broker bodong atau cuma broker penipu saja. Setelah depo mereka menghilang ditelan bumi.

Bahkan mereka sama – sama mengklaim adalah broker terbaik dengan berbagai macam penghargaan yang telah didapat.

Mungkin trader bingung yang mana sebetulnya ini yang terbaik, yang mana betul – betul telah mendapatkan penghargaan sebagai broker terbaik.

Banyak yang menganjurkan untuk lebih memilih broker yang terdaftar di badan regulasi pengawas resmi seperti NFA, CySec, FCA, Bappeti, dll…

Alasannya memilih broker yang terdaftar pada badan regulasi adalah soal keamanan dana, tidak akan bertindak curang dalam proses trading nasabahnya.

Beberapa info diluar sana mengatakan bahwa ada perusahaan broker tipe Non-Dealing Desk (bukan bandar) dan broker tipe Dealing Desk (bandar).

Broker tipe bandar katanya ada yang beroperasi dengan marketnya sendiri dan tidak menampilkan nilai tukar riil seperti yang tertera di pasar interbank.

Sebetulnya interbank itu dimana sih ??? Apakah itu interbank memang betul ada ???

Katanya Broker bandar tidak mengirimkan transaksi trader ke dalam market sedangkan yang bukan bandar akan mengirim order trader ke market.

Mau dikirim atau tidaknya orderan trader retail ke dalam market tidak akan mempengaruhi pergerakan harga walaupun cuma satu pips saja.

Apa Betul Ada Broker Forex dengan marketnya sendiri ?

Broker bandar bukan merupakan suatu penipuan bahkan ada juga perusahaan broker yang secara terang – terangan mengakui bahwa mereka adalah broker bandar.

Namun untuk membuat market sendiri dan bukan harga yang berbeda jauh selisih pips nya, saya rasa untuk jaman sekarang ini sangat mustahil lah.

Kenapa saya bilang mustahil ? Karena saat ini informasi tentang live chart/rates sudah banyak perusahaan selain broker yang menyiapkan layanan live chart/rates.

Trader pastinya selalu mengecek live rates, apa itu melalui metatrader ataupun website penyedia layanan live rates.

Jadi sangat mustahil saya pikir jika dijaman informasi seperti sekarang masih ada broker bisa membuat market dan price nya sendiri.

Banyak info diluar sana yang mengatakan bahwa ada broker dengan tipe bandar dengan market pricenya sendiri.

Saya rasa itu mungkin hanya curhatan hati beberapa trader yang menyalahkan broker bandar karena hasil trading yang buruk.

Dengan menyebut bahwa broker memberikan harga yang berbeda dengan harga pasar yang sebenarnya.

Coba perhatikan dua atau tiga broker pada pair yang sama, pasti akan ada perbedaan selisih beberapa pips.

Namun saya rasa itu wajar, toko emas fisik saja pasti ada perbedaan harga tiap toko. Dan kapan ada toko yang harga emasnya lebih tinggi Rp 20.000 saja sudah pasti akan ditinggalkan oleh pembeli.

Begitu juga dengan perusahaan broker, kapan ada broker dengan selisih harga selisih 10 pips saja dengan broker lainnya, sudah pasti akan ditinggalkan oleh trader.

Sampai sekarang pun saya belum menemukan broker dengan selisih 10 pips atau lebih dengan broker lain.

Memilih Broker Bandar vs Non-Bandar Untuk Trading Forex

Banyak trader termasuk juga mungkin saya yang lebih memilih broker bandar untuk melakukan trading forex.

Kemudahan untuk trading menjadi alasan beberapa trader untuk memilih broker bertipe bandar.

Dengan syarat bahwa broker tersebut telah berdiri lama, telah eksis dan tentunya batasi jumlah deposit, serta modal trading pada akun yang tersimpan tidak terlalu besar.

Maksudnya segera tarik profit yang anda peroleh, jangan menyimpan terlalu lama di akun dalam jumlah yang besar.

Jika ingin trading dengan modal besar tentunya depo dengan jumlah yang besar pula.

Sudah jelas trader harus memilih broker dengan regulator yang bagus. Anda dapat mengecek review broker di forex peace army, untuk memilih broker regulasi mana yang terbaik beserta regulator dan bank tempat mereka meliquidasi orderan trader.

Kinerja broker Non-Bandar diawasi oleh regulator di negara mana mereka beroperasi. Sehingga untuk dana nasabah dalam jumlah besar dapat dikatakan lebih aman daripada broker bandar.

Tapi saat trader dan broker ada konflik dalam perdagangan, mau yang teregulasi atau tidak teregulasi, perusahaan broker tetap yang jadi pemenang.

Komplain trader terhadap perdagangan tetap akan susah juga untuk pengurusannya, dan biasanya broker menyerang trader dengan Term & Condition mereka.

Mau melapor ke regulator tidak tau bagaimana caranya, dan sudah pasti ribet urusannya apabila sudah berurusan dengan mereka terkait komplain.

Yang pada akhirnya perusahaan broker yang akan memenangkan komplain dari trader tersebut.

Karena menurut saya dana betul – betul sudah aman jika sudah masuk dalam rekening bank sendiri dan notiif sms banking sudah masuk ke handphone.

Apakah Broker Mengirim Orderan ke Market yang Sesungguhnya ?

Siapa yang dapat memastikan bahwa broker dengan tipe apapun sudah pasti mengirim orderan trader retail ke dalam market ???

Mau predikat apapun, semuanya melarang penggunaan teknik trading balance, mungkin memang broker itu tidak ingin kalau trader profit terus.

Karena mereka tau bahwa trading dengan teknik trading balance adalah teknik yang no loss makanya mereka larang dengan alasan merugikan perusahaan.

Menurut saya, trader kan membuka posisi dan mendapat keuntungan dari bunga swap.

Broker mendapat keuntungan dari pembukaan posisi tersebut dengan nilai spread.

Kalau memang broker mengirim ke market orderan, tentunya mereka untung dari posisi yang terbuka tersebut karena terdapat 2 posisi open.

Tapi broker selalu mengatakan rugi, dengan teknik trading tersebut, tapi sampai sekarang sistem swap pada broker tetap berlaku, kalau memang rugi, kenapa swap tidak dihapuskan saja ?

Apakah memang perusahaan broker mengirim orderan ke dalam market atau cuma menduduki saja posisi trader tersebut ?

Jadi menurut saya, mau itu broker bandar ataupun broker bandar, trader tidak akan pernah tau orderannya memang dikirim ke market atau broker yang menduduki posisi tersebut.

Kesimpulan Memilih Broker untuk Trading Forex

Saran saya, tidak usah terlalu menghabiskan waktu untuk menganalisa setiap perusahaan broker.

Pilih broker yang banyak di rekomendasikan oleh trader forex, telah eksis dan memiliki reputasi. Baik itu yang bandar ataupun non bandar.

Yang terpenting adalah saat request penarikan, mereka mampu membayar dan tidak mempersulit.

Setiap broker memiliki syarat dan ketentuan dalam layanan mereka, jadi ada baiknya untuk membaca syarat dan ketentuan mereka terlebih dahulu agar komplain dikemudian hari dapat di minimalisir.

Melakukan penarikan semudah melakukan deposit adalah yang menurut saya yang terpenting.

Yang jadi masalah itu adalah broker penipu, atau investasi bodong.

Cm sampai saat ini saya sendiri masih heran masih ada yang kena tipu dengan broker penipu ataupun investasi bodong.

Apa kurang informasi atau bagaimana ??? Mungkin mereka sendiri yang tau jawabannya…

Cara trading, money manajemen dan pengelolaan resiko yang harus diperbaiki, sehingga tidak menyalahkan broker terhadap hasil trading yang buruk.

Karena dana trader mau disimpan pada tempat terpisah, sagregat akun atau apalah nama lainnya, dana tersebut akan tetap habis apabila hasil trading buruk yang loss lebih besar dari pada profit.

Jangan Terlalu Ribet Memilih Broker untuk Trading Forex
Tag pada:    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: