Mungkin anda sudah sering mendengar atau membaca tentang teknik mengamati pergerakan harga atau price action.

Banyak artikel yang membahas teknik trading dengan price action yang digunanakan untuk memprediksi pergerakan suatu harga mata uang atau instrumen lainnya dalam market.

Price Action adalah suatu teknik trading tanpa menggunakan indikator selain chart dalam tampilan candlestick. Menentukan support dan resisten dalam visual garis horisontal untuk pengambilan keputusan untuk melakukan entri posisi.

Teori nya begitu, mungkin karena merujuk kepada penemu teknik ini ratusan tahun silam, yang trading dengan hanya melakukan pengamatan pergerakan harga. Teknik trading dengan hanya mengamati chart tanpa indikator ini sering disebut juga dengan naked trading.

Para penganut naked trading hanya mempergunakan grafik pergerakan harga (candlestick atau bar chart) sebagai acuan analisa.

Mereka menganggap bahwa indikator teknikal saat ini bersifat lagging atau terlambat, Itu karena output atau nilai dari mayoritas indikator teknikal merupakan produk dari perhitungan berdasarkan pergerakan harga yang telah terjadi.

Opini

Price action sama saja jika kita menggunakan hanya chart candlestick sebagai indikator, karena price action dan candlestick juga menggunakan data-data pergerakan harga di masa lampau.

Mengharap agar pola sentimen market di masa lampau bisa terulang. Candlestick juga terbentuk akibat dari pergerakan harga.

Membaca dari candlestick -misalnya TF 1H- itukan sm saja kalau mengambil data sejam yang lalu dan berarti data tersebut berasal dari masa lampau.

Jadi indikator teknikal ataupun candlestick yang telah terbentuk menurut saya itu semua merupakan turunan dari harga, semuanya terbentuk setelah pergerakan dari harga itu sendiri.

Dan masih menurut saya, jika menginginkan data real saat ini adalah candlestick yang sementara terbentuk. Apa yang terjadi didalam pembentukan candle, apakah permintaan atau kah penawaran yang banyak dalam jangka waktu tertentu sesuai TF candle.

Setelah candle terbentuk baru kita mengetahui bahwa itulah output laporan yang terjadi didalam rentang waktu tersebut. Misalnya sejam yang lalu ada banyak penawaran atau permintaan dengan tampilan laporan berupa candlestick yang terbentuk utuh bullish atau bearish.

Tampilan Chart

Price action

Chart diatas adalah chart tampilan harga dengan visual candlestick yang bersih dari indikator.

Tapi apa yang harus dilakukan dengan tampilan seperti itu, apakah anda berani melakukan entri hanya dengan melakukan pengamatan, melihat pola, bentuk candle, atau dari garis support resisten ???

Mungkin jika akun demo begitu melihat suatu candle pembalikan, pola pola candle tertentu ataupun harga sudah berada di garis visual support/resisten segera open posisi, tapi beda jika menggunakan real akun, karena melibatkan emosi.

Banyak saya baca tentang price action yang menampilkan gambar shot bagaimana teknik pembalikan harga pada garis support/resisten. Jika segampang itu, mungkin sudah banyak orang yang kaya dari trading forex.

Tapi coba pake akun real, gambar garis support/resisten, lihat live chart, dan rasakan sensasinya.

Tidak akan semudah men-shot gambar dan memberi garis support resisten kan ???

Dan mengatakan bahwa jika pola demikian muncul pada support/resistan harga akan berbalik atau jika menembus support/resisten harga akan berlanjut.

Trus jika demikian mau pilih apa, lanjut atau berbalik ???

Coba perhatikan gambar nomor 1 diatas, jika posisi buy dan SL terlalu dekat sudah pasti akan tersentuh, padahal beberapa jam berikut harga kembali naik. Dan jika pke akun real sudah pasti emosi berkecamuk 😄😄😄.

Posisi nomor 2, harga mantul mantul trus beberapa jam tidak bisa menembus resisten, jika mengambil posisi sell sudah jelas SL kembali tersentuh.

Mungkin beberapa gambar itu bisa membuat membuka pkiran bahwa tidak ada satupun sistem atau teknik trading yang bisa profit trus.

Price Action & Indikator

Saya sendiri trading saat ini menggunakan price action, melihat bentuk candlestick yang digabung dengan indikator teknikal.

Jangan terlalu kaku dalam menggunakan price action dengan berpkir tidak akan menggunakan satupun indikator teknikal karena lagging.

Candlestick pun menurut saya lagging kecuali yang sementara terbentuk itu yang menunjukkan apa yang sebetulnya terjadi didalam pasar.

Price action adalah suatu teknik pengamatan pergerakan harga yang tidak ada salahnya digabungkan dengan indikator teknik teknikal sebagai acuan untuk entri posisi.

Gunakan apa yang dirasa bisa memudahkan untuk memprediksi pergerakan harga kedepannya.

Jika anda merasa sulit untuk memahami teknik price action, tinggalkan itu dan cari satu sistem perdagangan yang dirasa sesuai dengan anda.

Pelajari, back test sistem tersebut kuasai dan cari titik kelemahan sistem trading tersebut.

Jangan terpaku dengan orang yang menampilkan shot chartnya dengan profit yang luar biasa menggunakan teknik price action, cek per cek cuma pake akun demo.

Menggunakan Price Action

Namun jika anda ingin menggunakan price action sebagai alat bantu trading, trus asah pengamatan anda pada chart, mau tidak mau anda harus memiliki waktu lebih untuk lebih sering melihat chart.

Walaupun misalnya ikut pelatihan atau seminar tentang price action yang anda dapat mungkin cuma itu – itu saja yang juga diposting di beberapa artikel.

Terus mengasah pengamatan, mencari support/resistan dan mengenal bentuk pola candlestick mungkin adalah cara untuk bisa menggunakan price action sebagai alat bantu dalam trading.

Analisa pasar dengan mengamati price action membutuhkan pengalaman dalam mengamati pergerakan harga agar dapat diaplikasikan pada live trading. Price action hanya menunjukkan data pergerakan harga di masa lampau. 

Mengandalkan pola-pola pergerakan harga di masa lampau tidak dapat menjamin akan tahu ke mana arah harga akan bergerak selanjutnya. 

Saya sendiri tidak berani mengambil resiko akun real dengan hanya main tebak saja, melihat hanya sebatas pergerakan harga saja.

Karena jika hanya candlestick saja bisa jadi jam sekarang harga turun tapi beberapa jam kedepan harga melayang tinggi. Jadi yang saya lakukan adalah perketat MM dan tetap kontrol emosi.

Penemu candlestick juga dibeberapa artikel secara garis umum yang saya baca tidak terpaku dengan hanya mengamati gambar. Tapi menggunakan beberapa informasi untuk melakukan perdagangan.

Dan seandainya beliau hidup dijaman sekarang dan melakukan trading, saya yakin beliau akan juga menggunakan indikator teknikal untuk membantu mempermudah memprediksi pergerakan harga kedepannya.

Kesimpulan

Jangan mempersulit trading anda, gunakan yang dianggap memudahkan memprediksi harga kedepannya, banyak tools perdagangan yang sudah disiapkan yang tujuan untuk mempermudah.

Pilih salah satu, pelajari dan cari dimana titik kelemahan sistem atau tools trading yang anda gunakan.

Karena trading forex tujuannya untuk menghasilkan uang bukan untuk menghabiskan waktu mencari sistem yang sempurna. Atur MM anda sebaik mungkin dan tetap kontrol emosi.

Karena sampai sekarang pun saya juga masih sering loss karena masalah emosi dan masih mengelola manajemen emosi 😄😄😄

Price Action : Sistem Trading atau Hanya Main Tebak
Tag pada:        

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: