Risk Manajemen Forex

Dalam trading forex, risk manajemen perlu dipahami karena berperan untuk melindungi trading dari risiko pergerakan pasar yang tak menentu.

Teknik trading yang bagus selalu memuat rencana manajemen risiko, termasuk trading otomatis yang dikelola dengan penggunaan robot trading forex terbaik.

Salah satu kunci sukses dalam melakukan trading forex adalah manajemen risiko. Dalam matket forex tak ada ilmu pasti yang bisa selalu memperkirakan pergerakan harga dengan benar.

Sebaik-baiknya suatu sistem pasti ada potensi kesalahan prediksi yang bisa membuat posisi trading Anda loss.

Oleh karena itu, saat belajar trading forex Anda wajib membiasakan diri dengan pengaturan manajemen risiko yang baik. Mengutip kata para ahli, “risiko itu pasti ada, tinggal bagaimana kita mengelolanya”.

Mungkin Anda bisa mengklaim punya strategi trading ampuh atau menggunakan analisa terpercaya, tapi percuma saja jika itu semua diterapkan tanpa manajemen risiko.

Karena tanpa adanya risk manajemen, cepat atau lambat trading forex Anda akan gagal meraih hasil yang profitable yang konsisten.

Metode Forex Risk Manajemen

Dalam melakukan trading forex Ada beberapa manajemen risiko yang bisa diterapkan, di antaranya adalah sebagai berikut:

1.Menggunakan Trailing Stop

Trailing stop adalah fasilitas trading yang membantu Anda menyesuaikan stop loss dengan lebih sistematis dan otomatis saat trading masih berjalan.

Fasilitas ini sebenarnya adalah pelengkap stop loss yang bisa diatur untuk menyempurnakan fungsi take profit.

Trailing stop paling bermanfaat jika diterapkan di pasar trending, ketika harga sedang menguat atau menurun tajam.

Di kondisi pasar sideways atau ranging, penggunaan trailing stop justru bisa membuat posisi Anda terkena stop loss lebih awal sebelum profit trading terkumpul.

Trailing stop merupakan fitur yang sudah banyak ditawarkan broker untuk melengkapi kebutuhan pengelolaan manajemen risiko trader.

Namun karena tak digunakan sebanyak stop loss dan take profit, ada juga beberapa broker yang tidak melengkapi platform tradingnya dengan fungsi trailing stop.

Apabila Anda memerlukan fasilitas ini untuk menyempurnakan manajemen risiko, pilihlah broker forex terbaik yang menawarkan fitur trailing stop.

Trailing stop ini juga dapat diterapkan secara manual. Jika Anda ingin sepenuhnya mengontrol stop loss, trailing dapat dipindahkan secara manual sesuai keinginan.

Kelebihan dari manual trailing stop adalah harga dapat diidentifikasi sesuai dengan strategi yang sedang dugunakan oleh trader.

2.Membatasi Open Posisi

Broker forex memperbolehkan Anda untuk membuka beberapa posisi trading dalam satu waktu.

Cara trading forex seperti ini bagus dilakukan untuk memanfaatkan peluang dari beberapa pair sekaligus.

Namun jika ada terlalu banyak posisi yang dibuka secara simultan, maka sama saja Anda telah merisikokan ukuran trading yang sangat besar.

Dengan besar risiko per trade sebanyak 2% dan leverage 1:200, membuka 40 posisi sekaligus sama saja dengan mempertaruhkan semua dana di akun Anda.

Terlalu banyaknya posisi trading yang terbuka juga dapat mengganggu psikologi trading dan membuat beban psikologi menjadi bertambah besar.

Idealnya adalah tidak membuka lebih dari 4 posisi dalam satu waktu. Kontrol manajemen risiko seperti ini akan mempermudah Anda mengukur potensi kerugian trading.

3.Mengatur Rasio Risk Reward

Risk manajemen ini berkaitan dengan pengaturan stop loss dan take profit. Sesuaikan pengaturan level stop loss dan take profit dengan rasio risk reward tertentu.

Banyak yang menyarankan agar rasio risk ditetapkan lebih kecil dari reward, supaya capaian profit yang Anda kumpulkan bisa lebih banyak dari jumlah kerugian.

Namun memperkecil take profit adalah salah satu cara untuk meningkatkan reward, untuk lebih detail silahkan baca artikel sebelumnya yang membahas tentang APPT Money Manajemen.

4.Menentukan Besar Resiko dalam setiap Open Trade

Trading forex adalah perdagangan online dengan menggunakan leverage, dengan adanya fasilitas ini, bukan hanya dapat membuat trader untung besar tapi dapat juga membuat cepat bangkrut.

Menggunakan semua saldo yang ada dalam satu posisi itu namanya sama saja dengan bertaruh.

Jika menang maka profitnya banyak, namun apabila kalah semua dana Anda bisa langsung habis karena merugi.

Padahal, kesempatan trading tak hanya datang sekali. Kenyataannya, ada banyak sekali peluang yang bisa ditemukan dari pergerakan harga di market forex.

Jadi agar bisa bertahan lama di pasar forex, sebaiknya terapkan cara trading forex dengan menentukan besar risiko per trade. Risiko per trade dianjurkan seukuran 0.5% sampai 2% dari modal trading.

Kesimpulan

Dengan penerapan risk manajemen dan money manajemen yang baik akan sangat bermanfaat untuk mencegah risiko loss berlebih, sekaligus memberikan kesempatan lebih banyak bagi trader untuk melakukan trading forex.

Jika digunakan secara konsisten dengan strategi trading yang telah teruji, maka dapat menunjang profitabilitas trading Anda dalam jangka panjang.

Risk Manajemen Forex
Ditag di:
%d blogger menyukai ini: